Pengertian JRE (Java Runtime Environment)

JRE atau lengkapnya Java Runtime Environment adalah sebuah paket aplikasi yang berisi JVM (Java Virtual Machine) serta beberapa library kode program tambahan yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi Java.

Meskipun kurang pas, tapi secara sederhana bisa dibilang bahwa untuk bisa menjalankan sebuah aplikasi Java di sebuah komputer, harus terinstall aplikasi JRE.

Dalam gambar di atas terlihat bahwa JRE berisi JVM ditambah beberapa library dan file-file lain. Di dalam JVM terlihat ada JIT, atau singkatan dari Just-In-Time compiler, yakni sebuah teknik yang dipakai Java untuk meningkatkan performa pada saat menjalankan program.

Jika kita hanya ingin menjalankan aplikasi Java saja dan tidak berencana membuat kode program Java, maka JRE adalah aplikasi yang dibutuhkan. Di dalam JRE terdapat perintah java yang bisa dipakai untuk menjalankan Java byte code.

Sayangnya, mulai dari versi 11 ke atas, Oracle tidak lagi merilis JDK secara terpisah. Kita harus menginstallnya satu paket dengan JDK (akan dibahas sesaat lagi). Jika anda berniat ingin menginstall JRE saja, bisa menggunakan JRE versi lama, misalnya JRE 10 atau JRE 8.

Pengertian JDK (Java Development Kit)

JDK atau lengkapnya Java Development Kit adalah sebuah paket aplikasi yang berisi JVM (Java Virtual Machine) + JRE (Java Runtime Environment) + berbagai aplikasi untuk proses pembuatan kode program Java. Salah satu tambahan perintah yang ada di JDK adalah perintah javac yang dipakai untuk memproses kode program Java menjadi byte code. Cara penggunaan perintah ini akan kita bahas dalam beberapa tutorial ke depan.

Mengenal Oracle JDK vs OpenJDK

Secara garis besar, saat ini terdapat 2 jenis JDK: Oracle JDK dan OpenJDK. Kedua versi ini sebenarnya sangat mirip, namun ada sedikit perbedaan di lisensi. Sesuai dengan namanya, OpenJDK adalah versi JDK yang “open source”, yakni dirilis dengan lisensi GNU General Public License (GNU GPL). Open JDK tetap dikembangkan oleh Oracle (dulunya Sun Microsystem), beserta berbagai perusahaan lain, terutama RedHat.

Sedangkan Oracle JDK adalah versi OpenJDK yang di tambah beberapa fitur dari Oracle, kemudian di rilis dengan lisensi komersil. Januari 2019 lalu Oracle mengubah secara drastis isi dari lisensi Oracle JDK, terutama dalam hal dukungan untuk pengguna corporate (perusahaan).

Untuk bisa mendapat update dan dukungan, perusahaan yang menggunakan Oracle JDK harus membayar mulai dari $2.5 per pengguna per bulan. Namun untuk penggunaan individu atau pengembangan, kita tidak perlu membayar untuk memakai Oracle JDK.

Melihat perbedaan ini, saya berpendapat lebih baik menggunakan OpenJDK, karena komponen di dalam OpenJDK sendiri nyaris tidak berbeda dengan Oracle JDK, misalnya kita tetap memakai perintah javac untuk mencompile kode program Java dan perintah java untuk menjalankan Java bytecode.

Namun di luar sana masih banyak yang tidak menyadari perbedaan ini, saya yakin mayoritas buku atau tutorial Java berbahasa Indonesia untuk sistem operasi Windows masih menggunakan Oracle JDK. Karena inilah versi JDK yang langsung “ditawarkan” ketika kita mengunjungi web oracle. Jika ditulis “JDK” saja, maka kemungkinan besar itu merujuk ke Oracle JDK.

Oleh karena alasan ini saya juga akan menggunakan Oracle JDK sepanjang pembahasan di Duniailkom ini. Namun tetap berencana membuat tutorial terpisah tentang cara instalasi OpenJDK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *